
Xi'an dalam 1 Hari: Sprint Meliput Tempat-Tempat Wajib
Satu hari, tiga ribu tahun: ini cuplikan terbaik Xi'an (西安) — bukan hidangan lengkap, tetapi suapan demi suapan merentang dari pasukan tanah liat Kaisar Pertama dan tembok Dinasti Ming, sampai ke kawasan kuliner yang telah mengenyangkan pengunjung selama satu milenium. Anda mencicipi tiga hal yang paling penting, dan berangkat membawa alasan untuk kembali. Sprint satu hari ini merangkai Pasukan Terakota di waktu buka, Tembok Kota Xi'an di jam emas menjelang senja, dan makan malam di Kawasan Muslim, dengan Menara Lonceng yang bersinar terang sebagai bingkai penutup.
Rencana ini mengandaikan mulai pagi-pagi, menginap di dalam tembok (lihat Panduan tempat menginap), dan — tanpa tawar-menawar — tiket Pasukan Terakota sudah dipesan secara daring sebelum hari-H. Anggaran: sekitar ¥250–450 per orang, belum termasuk hotel; selisihnya pada dasarnya ditentukan satu keputusan: naik DiDi atau bus wisata ¥7 untuk menjangkau para prajurit terakota tersebut. Ternyata masih ada satu hari lagi? Itinerari 2 hari adalah versi rencana ini yang lebih lega.
Hari 1
Berangkat tepat pukul 8:00: DiDi yang dipesan semalam sebelumnya (¥120–150, 40–60 menit) mengantar Anda ke Pasukan Terakota (兵马俑, Bīngmǎyǒng) tepat saat buka pukul 8:30, mendahului gelombang bus wisata; pilihan hematnya adalah bus wisata 306 yang berangkat dari stasiun kereta (sekitar ¥7, kira-kira satu jam). Tiket menggunakan nama asli, harus dipesan daring beberapa hari sebelumnya, dan paspor yang dipakai saat memesan akan dipindai di gerbang — tanpa paspor, tanpa masuk. Urutan kunjungan: Pit 1 dulu, lalu Pit 3, terakhir Pit 2; hari ini lewati Taman Lishan; targetnya keluar sebelum pukul 12:30.
Naik DiDi langsung kembali ke pusat kota, atau metro Jalur 9 dari stasiun Huaqing Pool lalu pindah ke Jalur 1 atau 2 — apa pun pilihannya, targetnya duduk untuk makan siang sebelum pukul 14:00.
- 14:00–15:00Makan siang sore: mie atau sebuah roujiamo
Isi tenaga di dekat hotel: semangkuk mie biangbiang (biángbiáng面, biángbiáng miàn), atau sebuah roujiamo (肉夹馍, ròujiāmó) dengan liangpi, sekitar ¥20–35. Lalu istirahat 30 menit — mandi sebentar, minum air, angkat kaki. Hari baru separuh jalan.
Naik metro Jalur 2 ke Yongningmen (Gerbang Selatan) — hanya satu atau dua stasiun dari kebanyakan hotel di pinggir tembok.
Dua jam sebelum matahari terbenam, naik ke Tembok Kota Xi'an (西安城墙, Xī'ān Chéngqiáng) lewat Gerbang Selatan (永宁门, Yǒngníngmén) — tiket ¥54 — lalu berjalan di atas tembok sambil menyaksikan cahaya mewarnai emas atap-atap di dalamnya. Untuk itinerari sehari, berjalan 60–90 menit lebih masuk akal daripada putaran penuh 14 km; meski demikian, di atas tembok tersedia sepeda (¥45 / 3 jam) bila kaki Anda masih bertenaga. Gerbang Selatan adalah gerbang utama yang tutup paling lama, jadi tak perlu terus-menerus melihat jam.
Berjalan 15 menit ke utara sepanjang South Avenue menuju Menara Lonceng, lalu belok ke barat menuju Menara Bedug — lorong Kawasan Muslim dimulai tepat di belakangnya.
Makan malam adalah menyusuri Kawasan Muslim (回民街, Huímín Jiē) sambil makan: kalau ingin duduk benar-benar menikmati semangkuk, pilih yangrou paomo (羊肉泡馍, yángròu pàomó); jika tidak, ikuti lorong-lorong samping menuju Dapiyuan (大皮院, Dàpíyuàn), makan sate kambing, kue kesemek, dan jus delima sepanjang jalan. Panduan kuliner per lorong punya daftar makanan wajib — bagilah semuanya dan jangan rusak ritmenya.
Keluar dari ujung selatan Kawasan Muslim, dekat Menara Bedug; menembus terowongan pejalan kaki lima menit sampai ke Menara Lonceng.
Akhiri di Menara Lonceng (钟楼, Zhōnglóu) — di atas bundaran tengah kota, lampu menyinarinya menjadi emas. Terowongan pejalan kaki mengitarinya, jadi Anda bisa memotret setiap sudut tanpa menyeberang jalan. Malam ini tak perlu naik ke atas menara; sudut pandang yang Anda inginkan adalah dari jalan menatap ke atas. Hotel-hotel di dalam tembok hanya sepejalan kaki dari sini, atau cepat dijangkau taksi — dasar-dasar metro dan taksi ada di Panduan mobilitas di Xi'an.