
Menara Lonceng Xi'an
Xī'ān Zhōnglóu
Menara lonceng dari dinasti Ming tahun 1384 ini berdiri persis di pusat kota tua yang dilingkungi tembok — dan paling memukau saat senja, ketika ia menyala terang di atas bundaran.
Masuk
Mulai ¥30
Jam buka
1 April – 10 Oktober · 8:30
Waktu
30 menit–1 jam
Metro
Jalur 2 · Zhonglou · Pintu C
Sejak 1384, menara lonceng kayu ini menjadi penanda pusat Xi'an — titik pertemuan empat jalan utama. Naik ke atas berkisar 30 menit; layak dilakukan, tetapi bukan keharusan — daya tarik utama Menara Lonceng ada pada eksteriornya, dan itu gratis: begitu malam turun, menara yang bersinar terang memantulkan arus kendaraan di bundaran. Sambil berjalan dari tembok kota menuju Kawasan Muslim, mampirlah menikmati menara ini saat senja; jika juga berencana menaiki Menara Bedug, belilah tiket gabungan ¥50.
Yang Anda lihat
Menara Lonceng (Zhōnglóu) pertama kali dibangun pada 1384, di awal dinasti Ming — tetapi pada mulanya tidak berdiri di tempat ini. Awalnya ia berdiri di simpang Guangji, dua blok di sebelah barat; pada 1582, seiring pusat kota Ming bergeser ke timur, seluruh bangunan kayu ini dibongkar dan dirakit kembali di persimpangan hari ini, di atas landasan bata yang baru. Sejak saat itu ia menjadi jangkar tengah kota: empat jalan utama — timur, selatan, barat, utara — membentang dari keempat sisinya lurus menuju empat gerbang Tembok Kota.
Bangunan ini setinggi 36 meter: landasan bata berbentuk persegi dengan lorong berbentang-silang di tengahnya, yang dahulu dilalui kendaraan dan kuda; di atas landasan berdiri paviliun kayu beratap tiga, ditutup genteng glasir hijau tua dengan puncak berlapis emas, dirakit dengan teknik sambungan kayu tradisional dinasti Ming tanpa sebatang paku pun. Dari koridor tingkat teratas, Anda bisa melihat visi para perancang kota — empat jalan utama yang lurus memancar menuju gerbang, dan ke arah barat laut terlihat jelas Menara Bedug (Gǔlóu).
Yang membuat Menara Lonceng termasyhur adalah Lonceng Jingyun (Jǐngyún Zhōng), dicetak pada 711 M di zaman dinasti Tang — berabad-abad lebih tua daripada menaranya. Lonceng ini menggantung di sini selama ratusan tahun; kini aslinya tersimpan di Museum Hutan Prasasti Xi'an, dan yang tergantung di menara adalah replika yang setia. Lonceng ini dan bedug di Menara Bedug bersama-sama membentuk sistem penanda waktu kota — "lonceng pagi, bedug senja" (chén zhōng mù gǔ) — menandai awal dan akhir hari bagi seluruh warga. Di dalam menara terdapat pameran kecil, dan pada siang hari kerap diadakan pertunjukan lonceng perunggu (jadwal tertera di loket), cukup untuk memperkaya kunjungan.
Strategi berkunjung
Aturlah waktu, datang saat senja. Naiklah ke Menara Lonceng selagi masih terang untuk memandang sumbu empat jalan utama; lalu turun, dan saksikan malam turun bersama lampu yang menyala — menara seolah berlapis emas memantulkan deretan lampu kendaraan di bundaran. Inilah pemandangan gratis terbaik di Kota Tua, tanpa mengeluarkan sepeser pun.
Penilaian jujur tentang interior: lumayan, tetapi bukan kewajiban. Pamerannya tak besar, loncengnya adalah replika, dan pemandangan dari koridor bagus namun terbatas. Tiket ¥30 cukup setara; jika stamina atau anggaran terbatas, tampilan eksterior setelah malam sudah mencakup sebagian besar pesonanya. Kalau hanya memilih satu menara untuk didaki, Menara Bedug lebih unggul — ada pertunjukan bedug dan Anda bisa memandang atap Kawasan Muslim dari balkonnya — namun tiket gabungan ¥50 membuat keduanya mudah dicakup.
Sudut foto klasik bukan dari atas menara, melainkan dari luar: jalur pejalan kaki setingkat jalan di sekitar bundaran, atau dek pandang di mal Kaiyuan di seberang, keduanya bisa membingkai Menara Lonceng dengan jejak lampu kendaraan sebagai latar depan. Pada musim panas angkat ponsel sekitar pukul 19.00, dan lebih awal lagi saat musim dingin.
Rangkailah dalam satu malam: nikmati Menara Lonceng saat senja, berjalan lima menit ke barat laut menuju Menara Bedug, lalu langsung masuk ke Kawasan Muslim untuk makan malam — kedua menara akan menuntun jalan Anda sepanjang perjalanan. Itinerary seharian kami mengikuti rute persis ini.
Catatan transportasi kecil: Anda tidak bisa menyeberang langsung di jalan untuk menuju Menara Lonceng — pintu masuknya ada di dalam terowongan pejalan kaki bawah tanah, dan stasiun metro juga berada di sana. Ikuti saja rambuannya, lebih mudah daripada yang Anda bayangkan.
Cara ke sana
Tujuan Anda adalah pusat geografis kota tua — tempat semuanya bertemu.
- Metro: Jalur 2 dan 6 sama-sama berhenti di stasiun Zhonglou (钟楼), tepat di bawah bundaran. Keluar melalui pintu yang menunjukkan arah Menara Lonceng (area pintu keluar C dekat dengan loket). Hal-hal penting menaiki metro ada di panduan transportasi kami.
- Berjalan kaki: 10 menit ke selatan dari Menara Bedug atau Kawasan Muslim, atau 10–15 menit ke utara dari Gerbang Selatan tembok kota — Menara Lonceng selalu tampak sepanjang jalan, mustahil tersesat.
- Taksi/DiDi: sebut "Zhonglou". Pengemudi akan menurunkan Anda di tepi bundaran, dan 50 meter terakhir ditempuh lewat terowongan. Saat jam sibuk bundaran sangat macet — metro lebih cepat.
Dari bandara atau Stasiun Xi'an Utara, metro langsung tiba di bawah Menara Lonceng tanpa perlu transit; lihat cara ke Xi'an.
Catatan praktis
- Tiket: ¥30 di loket terowongan atau dibeli via WeChat; jika mengunjungi keduanya, tiket gabungan Menara Lonceng–Menara Bedug ¥50 lebih hemat. Tak perlu paspor, tak perlu pemesanan.
- Tangga: terowongan dan tingkat atas menara hanya bisa dicapai lewat tangga. Jika kesulitan bergerak, nikmatilah dari jalan — Anda tidak melewatkan banyak.
- Pencahayaan terbaik: kira-kira dari matahari terbenam hingga sekitar pukul 22.00, Menara Lonceng disinari lampu. Berkunjung saat siang di musim panas terasa panas dan silau, serta pencahayaannya datar.
- Hari libur: selama libur nasional Tiongkok, kawasan bundaran sangat padat dan terowongan akan dikenakan pengendalian kerumunan — tetap bisa dikunjungi, tetapi sisakan waktu ekstra. Panduan keramaian kami menjelaskan polanya.
- Toilet: tak ada toilet di dalam menara; gunakanlah di mal terdekat sebelum atau sesudah berkunjung (mal Kaiyuan yang paling dekat).
- Keamanan malam: terowongan dan bundaran ramai namun terang benderang dan dijaga polisi; saat ramai pada hari libur, simpan ponsel di saku depan.
Pertanyaan, terjawab
Berapa harga tiket Menara Lonceng Xi'an?
Tiket ¥30, tanpa pemesanan — beli di loket di terowongan pejalan kaki. Tiket gabungan ¥50 mencakup Menara Lonceng dan Menara Bedug, keduanya berjarak 5 menit berjalan kaki.
Menara Lonceng atau Menara Bedug, mana yang harus dipilih?
Kalau hanya naik satu, pilih Menara Bedug — ada pertunjukan bedug dan balkon yang menghadap atap Kawasan Muslim. Pesona Menara Lonceng terutama pada eksteriornya — menyala terang di atas bundaran setelah malam — dan gratis. Tiket gabungan ¥50 membuat keduanya mudah dicakup.
Jam berapa Menara Lonceng Xi'an dinyalakan pada malam hari?
Menara Lonceng menyala dari senja hingga larut malam (sekitar pukul 22.00 atau lebih). Waktu terbaik adalah satu jam setelah matahari terbenam: langit masih bersisa cahaya, dan menara tampak keemasan di atas bundaran. Menikmatinya dari jalan gratis.
Berapa lama waktu untuk mengunjungi Menara Lonceng?
30–45 menit cukup untuk naik, melihat pameran kecil, dan menikmati pemandangan dari koridor. Dipadukan dengan Menara Bedug dan makan malam di Kawasan Muslim, Anda mendapat sebuah malam yang utuh — semuanya dapat ditempuh berjalan dalam 10 menit.
Bagaimana cara masuk ke Menara Lonceng Xi'an?
Melalui terowongan pejalan kaki di bawah bundaran — terowongan yang sama dengan stasiun metro Menara Lonceng (Jalur 2 dan 6). Ikuti rambu Menara Lonceng; area pintu keluar C langsung menuju loket. Anda tidak bisa menyeberang langsung dari jalan.
Mengapa Menara Lonceng Xi'an begitu tersohor?
Dibangun pada 1384, menara ini menandai pusat kota dinasti Ming — titik temu empat jalan utama yang menuju empat gerbang. Lonceng Jingyun yang dicetak pada 711 M (aslinya kini di Museum Hutan Prasasti, dan di menara hanya replika) pernah menandai fajar kota ini selama ratusan tahun.
Terus jelajahi

Tembok Kota Xi'an
Sebuah persegi panjang dari dinasti Ming sepanjang 14 km yang bisa Anda sepeda di puncaknya — berusia 650 tahun dan masih menjadi rute komuter favorit kota.
Selengkapnya →

Kawasan Muslim
Mengenyangkan Xi'an sejak tahun 700-an — lorong-lorong paling riuh, paling berasap, dan paling harum dari komunitas suku Hui.
Selengkapnya →

Menara Bedug Xi'an
Dibangun tahun 1380, empat tahun sebelum saudari terkenalnya — menara yang bedugnya pernah menutup setiap hari di Xi'an, dan gerbang menuju Kawasan Muslim.
Selengkapnya →
Cerita terkait
Tempat Menginap di Xi'an: Panduan Jujur per Kawasan
Xi'an adalah kota yang kompak dengan jaringan metro yang andal, sehingga pilihan tempat menginap lebih berpengaruh pada suasana daripada transportasi. Bagi sebagian besar wisatawan pertama kali, jawabannya adalah di dalam Tembok Kota dekat Menara Lonceng; berikut setiap alternatif realistis — dengan karakter, keramaian yang cocok, dan berapa harga kamar yang sebenarnya di setiap kawasan.
Panduan Aksesibilitas Xi'an: audit yang jujur
Xi'an adalah kota berusia tiga ribu tahun yang berdiri di atas infrastruktur modern, dan aksesibilitasnya terbelah persis sepanjang garis itu: metro dan museum-museum modern besar benar-benar tanpa anak tangga, sementara hal apa pun yang melibatkan gerbang, menara, atau pagoda berusia enam ratus tahun biasanya berarti tangga. Berikut yang berjalan baik, yang tidak, dan apa yang perlu dikonfirmasi sebelum Anda terbang.
Xi'an vs Beijing: cara membagi perjalanan Anda ke China
Dilema klasik bagi pengunjung baru, diselesaikan dengan jujur: Beijing punya Kota Terlarang dan Tembok Besar, Xi'an punya Pasukan Terracotta dan tembok kota yang bisa Anda sepedahi — dan keduanya cukup berbeda sehingga sebagian besar perjalanan sebaiknya mencakup keduanya. Berikut yang sebenarnya ditawarkan setiap kota, berapa biayanya, dan bagaimana membagi satu minggu di antara keduanya.
Xi'an vs Luoyang: dua ibu kota kuno, dibandingkan dengan jujur
Kedua kota mengklaim tiga belas dinasti, keduanya terpisah 1,5 jam perjalanan kereta cepat, dan keduanya saling melengkapi lebih daripada bersaing: Xi'an punya Pasukan Terracotta dan kosmopolitanisme Dinasti Tang dalam volume penuh, Luoyang punya Gua Longmen dan irama yang lebih lambat, lebih tenang, dan lebih murah. Berikut perbandingan kategori demi kategori, dan cara memuat keduanya dalam satu perjalanan.
Pertunjukan Tari Istana Tang + Jamuan Dumpling — Apakah Sebanding?
Pertunjukan malam Tang Yue Gong adalah atraksi wisata malam tertua di Xi'an: dimulai dengan jamuan dumpling, lalu diikuti sekitar satu jam tarian dan musik istana Dinasti Tang di sebuah teater besar. Pertunjukannya apik, nyaman, dan sama sekali tidak malu-malu menyasar wisatawan — apakah ¥400 ini sepadan sepenuhnya bergantung pada siapa Anda. Keluarga yang membawa anak serta wisatawan yang baru pertama kali ke Tiongkok biasanya menyukainya; sementara pelancong yang mengejar keaslian dan ingin merasakan denyut lokal sehari-hari, lebih baik menghabiskan malam itu secara gratis di Grand Tang Ever-Bright City.
Malam di Xi'an: Cahaya, Pertunjukan, dan Jalan-Jalan Malam
Setelah matahari terbenam, Xi'an berubah menjadi kota lain—jalanan bergaya Dinasti Tang diselimuti cahaya keemasan, Pagoda Angsa Liar Besar tampak melayang di atas pertunjukan air mancur musik, dan menara gerbang tembok memantulkan cahaya di atas parit kota. Yang paling memukau justru gratis: jalanan pejalan kaki Grand Tang Ever-Bright City saja sudah berharga satu malam penuh, dan pertunjukan air mancur di Pagoda Angsa Liar Besar tidak dipungut biaya sepeser pun. Tambahkan makan larut malam di Kawasan Muslim dan, bila musim memungkinkan, pertunjukan outdoor “Chánghèn Gē”, malam Anda bisa jadi lebih berkesan daripada siang hari.
Panduan Kehidupan Malam dan Bir Kerajinan di Xi'an
Xi'an bukan Shanghai — tak ada yang terbang ke sini hanya demi klub malam. Tapi kota ini punya sebuah jalanan bar bersejarah di sekitar Gerbang Selatan, komunitas bir kerajinan yang kecil tetapi sungguh berkualitas, tempat livehouse yang masih aktif, dan budaya KTV yang nyaris jadi olahraga nasional. Di sini kami beri tahu malam-malam mana yang benar-benar sepadan, berapa biayanya, dan mana yang harus dihindari.
Xi'an dari Kacamata Fotografer: Spot & Waktu Terbaik
Kota Xi'an ini patut dirancang para fotografer berdasarkan cahaya, bukan sekadar lokasi. Tembok kota, menara, pagoda, pasar malam — objek utama kota ini menyala setelah senja, hingga hampir di mana pun ada semacam “golden hour”: sekitar satu jam menjelang dan sesudah matahari terbenam. Halaman ini menjelaskan di mana harus berdiri, kapan harus tiba, dan aturan yang bisa membuat drone Anda disita.

Suku Hui dan Islam di Xi'an

Kota Tiga Belas Dinasti: Kronologi Sejarah Xi'an sebagai Ibukota

Jam pasar: Xi'an saat fajar dan setelah gelap
Qinqiang: opera menderu yang menjadi jiwa Shaanxi
Qinqiang (秦腔) adalah opera daerah Shaanxi — opera bangzi (clapper) tertua di Tiongkok, dinyanyikan dengan nada tinggi, lantang, dan kasar mengikuti ketukan kayu bangzi yang nyaring. Ia bukan opera Beijing yang halus; melainkan teriakan dataran loess yang dipantulkan kembali ke dirinya sendiri, dan warga setempat menyebutnya jiwa Shaanxi. Saksikan di Yisushe (易俗社) — teater berusia seabad yang hanya berjarak beberapa menit dari Menara Lonceng.
Apakah Xi'an aman bagi wisatawan solo (terutama perempuan)? Satu jawaban jujur
Menurut konsensus literatur perjalanan Barat, Xi'an termasuk salah satu kota besar Tiongkok yang paling aman untuk wisatawan solo — kejahatan kekerasan terhadap wisatawan jarang terjadi, dan perempuan yang berjalan sendirian di dalam Tembok Kota pada malam hari nyaris tak pernah melaporkan gangguan. Risiko yang benar-benar perlu diantisipasi justru sangat sehari-hari: pencopet di Kawasan Muslim dan di antara antrean Pasukan Terakota, calo yang menawari sesuatu, serta kerepotan transportasi saat Anda tidak lancar bahasa Mandarin. Berikut penilaian yang jujur dan konkret — mencakup hal-hal yang menenangkan maupun catatan yang perlu diwaspadai.