Apa yang disantap di Kawasan Muslim: panduan kuliner jalan demi jalan
Kawasan Muslim (Huímín Jiē) adalah distrik paling riuh, paling kaya atmosfer, dan tempat makan paling nikmat di Xi'an — sekaligus yang paling dipenuhi turis. Rahasia umum: hampir tak ada warga setempat yang makan di jalan utama; makanan terbaik berada satu atau dua belokan di dalam lorong, dengan harga hanya dua pertiganya. Panduan ini menjelaskan tata letak kawasan, apa yang sebaiknya dimakan di tiap jalan, dan cara menghindari jebakannya.
8 menit baca · 4 bagian
Versi singkat
- Jalan utama Beiyuanmen cocok untuk menyerap suasana dan sekadar mencicipi jajanan — tetapi harganya melambung dan menunya ditujukan untuk rombongan turis.
- Warga setempat makan di jalan sebelahnya: Xiyangshi, Dapiyuan, dan kawasan Sajinqiao di sebelah barat.
- Prioritaskan ini: yangrou paomo (koyak rotinya sendiri), roujiamo sapi, niangpi saus wijen, pangsit berkuah, sate domba, kue kesemek, dan jus delima segar.
- Semua makanan di sini halal — ini kawasan tempat bermukimnya Muslim Hui, dan tidak ada babi di seantero kawasan; roujiamo di sini berisi daging sapi atau domba.
- Saat senja (sekitar pukul 18:00–22:00) kawasan ini paling ramai dan paling enak, saat panggangan mulai memakai arang; sementara pagi hari adalah saatnya hulatang dan zenggao.
- Pembayaran hampir sepenuhnya memakai kode QR — pasang Alipay atau WeChat Pay sebelum berangkat; dan bawa sedikit uang tunai sebagai cadangan.
Bagaimana tata letak kawasan ini
Kawasan Muslim membentang ke utara dari Menara Bedug (鼓楼, Gǔlóu), beberapa menit berjalan kaki dari Menara Lonceng (钟楼, Zhōnglóu) di pusat kota tua. "Kawasan Muslim" dalam mulut rombongan turis sebenarnya hanya satu jalan: Beiyuanmen (北院门, Běiyuànmén), sebuah jalan setapak sekitar 500 meter yang membentang lurus ke utara dari Menara Bedug, dengan dua sisi yang sesak oleh papan nama neon, toko cinderamata, dan tungku panggang sate. Ramai, fotogenik, dan menurut standar lokal juga mahal.
Peta berburu makanan yang benar-benar penting justru tegak lurus atau sejajar dengannya:
- Xiyangshi (西羊市, Xīyángshì) — lorong yang membentang ke barat dari bagian tengah Beiyuanmen. Jelas lebih murah, jelas lebih enak, dan tetap mudah ditemukan.
- Dapiyuan (大皮院, Dàpíyuàn) — lorong yang lebih ke utara lagi, sejajar dengan Xiyangshi. Beberapa kedai paling tersohor di kawasan ini berada di jalan tersebut, dan pelanggannya pun mulai terlihat seperti warga setempat.
- Sajinqiao (洒金桥, Sǎjīnqiáo) — kawasan yang lebih ke barat lagi, sepenuhnya di luar pusat wisata: sebuah lorong Hui yang masih hidup, dengan kedai paomo, kios sate, dan penjual sarapan; yang makan satu meja dengan Anda adalah warga Xi'an, bukan rombongan turis. Jika Anda hanya sempat makan malam sekali di sini, sisihkanlah untuk yang ini.
- Huajue Xiang (化觉巷, Huàjué Xiàng) — lorong cinderamata beratap yang menuju ke Masjid Besar. Boleh dikelilingi untuk membeli oleh-oleh, tetapi carilah tempat lain untuk makan.
Aturan praktisnya sederhana: semakin jauh dari Menara Bedug, semakin tinggi nilai yang didapat, dan semakin enak rasanya.
Apa yang disantap, kios demi kios
Yangrou paomo (羊肉泡馍, yángròu pàomó) — hidangan andalan kawasan ini, sekaligus makanan paling berprosesi di Xi'an. Pihak kedai menyodorkan sepotong roti pipih gandum yang keras dan sebuah mangkuk; Anda mengoyak roti tersebut seukuran kuku (butuh lima sampai sepuluh menit, dan warga setempat akan menilai ketulusan Anda dari tatapan mata); dapur membawanya kembali dan merendamnya dalam kaldu domba pekat, mi, serta irisan daging domba. Tongshengxiang (同盛祥) telah menyajikan mangkuk ini sejak 1920; Lao Sun's (老孙家) adalah nama lain yang tersohor, dan keduanya punya cabang di kawasan ini. Pesanlah mangkuk biasa — yang disebut "kualitas unggul" hanyalah porsi daging yang lebih banyak. Sekitar ¥25–40.
Roujiamo sapi — versi halal dari roujiamo babi khas Xi'an: daging sapi (kadang domba) berbumbu jintan yang dicincang, diselipkan ke dalam roti mo yang sudah dipanggang panas. Sepanjang Beiyuanmen dan Xiyangshi banyak penjualnya; pilihlah yang ada antreannya dan yang juragannya mencincak dagingnya langsung di tempat, sekitar ¥10–15.
Guantang bao (灌汤包, guàntāng bāo) — pangsit berkuah bergaya Hui, berisi daging sapi atau domba. Jia San Guantang Bao (贾三灌汤包) di Beiyuanmen adalah nama tua berusia puluhan tahun: gigitlah sedikit untuk membuka lubang, minum kaldunya, lalu celupkan pangsitnya ke cuka dan cabai.
Majiang niangpi (麻酱酿皮, májiàng niàngpí) — gaya liangpi khas kawasan ini: lembaran tepung yang tebal dan kenyal, dibumbui saus wijen dan minyak cabai, alih-alih rasa asam khas versi warga Han. Sheng Zhiwang (盛志望) di Dapiyuan adalah kios yang ternama; semangkuk sekitar ¥10. Kedai minuman asam plum Hua Nai Nai (花奶奶酸梅汤) di sebelahnya adalah pendamping penutup yang tradisional.
Mie biangbiang — kedai yang dijalankan warga Hui di kawasan ini menyajikan versi halal dari mie biangbiang bergaya sabuk khas Xi'an, dengan daging sapi. Jika Anda datang justru untuk mi, menyantap semangkuk di sini tidak akan mengecewakan.
Sate (烤肉串, kǎoròu chuàn) — setelah hari gelap, seluruh kawasan beraroma jintan dan bara arang. Domba adalah pilihan utama; sate domba tusuk willow merah (红柳烤肉) dengan lapisan lemak dan daging bergantian sekitar ¥10 per tusuk. Tunjuk yang Anda inginkan, sebarkan jari untuk menyebut jumlahnya, lalu pindai kode QR untuk membayar.
Kue kesemek (柿子饼, shìzi bǐng) — gorengan bulat dari adonan kesemek: kulitnya renyah, bagian tengahnya meleleh, ada pula yang berisi kacang walnut atau gula mawar. Beberapa yuan sebijinya; makanlah selagi panas, sambil berdiri, dan idealnya dua kali.
Jus delima (石榴汁, shíliu zhī) — Lintong di sebelah timur Xi'an membudidayakan delima terbaik di Tiongkok, dan para pedagang memerasnya langsung di tempat. Saksikan jus itu diperas di depan mata Anda — harganya akan naik seiring Anda makin dekat ke Menara Bedug.
Jika datang di pagi hari, ada pula sarapan: hulatang berbakso (肉丸胡辣汤, ròuwán húlàtāng), sup bakso sapi berlada kuat khas kawasan ini, serta zenggao (甑糕, zènggāo) — kue kukus berlapis-lapis beras ketan dan kurma merah, dijajakan dengan gerobak pada pagi hari. Keduanya adalah bekal warga yang berangkat kerja, murah dan mengenyangkan.
Jebakan turis dan cara menghindarinya
- Harga di jalan utama melambung. Sate, kue, atau jus yang sama di Beiyuanmen jauh lebih mahal daripada dua jalan di sebelah barat. Cara menghindarinya: nikmati keramaian di jalan utama, lalu belilah di Xiyangshi, Dapiyuan, atau Sajinqiao. Di mana pun Anda membeli, periksa label harga sebelum memesan (harga tertera jelas).
- Harga "per 50 gram" dan tekanan "cicipi gratis". Gerai buah kering, nougat, dan dendeng akan menyodorkan sesuap untuk Anda cicipi, lalu menyebut harga yang sebenarnya dihitung "per liang (50 gram)" (两, liǎng), bukan per jin — sepotong buah kering bisa saja ¥80. Cara menghindarinya: tanyakan dulu "ini berapa harga per jin?", dan pastikan total harganya sebelum dipotong. Jika tidak berminat membeli, tolaklah cicipian dengan sopan — senyuman dan ucapkan "tidak perlu, terima kasih" sudah cukup.
- Paomo yang sudah dikoyak lebih dulu. Beberapa kedai di jalan utama mengakali dengan menyajikan roti yang sudah dikoyak saat disajikan — yang lebih buruk lagi bahkan sudah disusun jadi semangkuk penuh. Esensi hidangan ini adalah mengoyaknya sendiri; jika kedai tidak mengizinkan Anda mengoyak rotinya sendiri, makanlah di tempat yang bersedia membiarkan Anda melakukannya.
- "Kedai tua" ada di mana-mana. Satu dari tiga papan nama mengklaim sebagai kedai tua berusia seabad (老字号, lǎozìhào). Kebanyakan tidak. Nama-nama yang tercantum di atas barulah yang otentik; dalam hal lain, percayailah antrean warga setempat, bukan kaligrafi papan namanya.
- Rekomendasi "warga setempat" palsu. Siapa pun yang bersikeras di depan sebuah kedai bahwa tempat itu adalah yang terbaik di seantero jalan, sedang menerima komisi. Tanda yang jujur adalah etalase yang penuh sesak oleh pelanggan, bukan orang yang membawa menu berlapis plastik sambil mengajak orang lewat.
Tips praktis
- Pembayaran: kawasan ini mengandalkan kode QR — nyaris setiap kios menerima Alipay dan WeChat Pay, bahkan jajanan seharga ¥5 pun. Kartu kredit asing nyaris tidak terpakai di sini, jadi siapkan pembayaran seluler lebih dulu sebelum berangkat; sedikit uang tunai bisa menjadi cadangan, tetapi bersiaplah bahwa kembaliannya bisa merepotkan.
- Waktu: senja (sekitar pukul 18:00–22:00) adalah puncaknya — panggangan dinyalakan, manusia berdesakan, dan suasana paling hidup. Malam hari kerja masih dapat ditoleransi; sementara malam akhir pekan dan hari libur adalah olahraga berdesakan. Pagi hari cukup tenang, dan hulatang, zenggao, maupun paomo tidak perlu diantre.
- Halal di mana-mana: kawasan ini tidak menjual babi, dan sebagian besar kedai tidak menyajikan alkohol. Ini adalah komunitas religius yang hidup, bukan taman hiburan — Masjid Besar berada hanya beberapa lorong saja — jadi berpakaianlah layak dan jangan membawa serta jajanan pinggir jalan ke dalam kedai; sikap demikian akan diterima baik.
- Cara ke sana: naik metro jalur 2 ke stasiun Menara Lonceng, lalu berjalan kaki menyusuri Menara Bedug — untuk tiket dan aplikasi transportasi, lihat panduan transportasi dalam kota kami.
- Jadikan agenda satu malam: kawasan ini cocok dipadukan dengan Menara Lonceng dan Menara Bedug, lalu ditutup dengan menonton matahari terbenam di atas Tembok Kota. Itinerari 3 hari kami memasukkannya ke dalam rencana Xi'an yang menyeluruh.
- Kebersihan: pilih kios yang perputarannya cepat — makanan yang dibuat langsung di depan antrean adalah pilihan paling aman di pasar malam mana pun di Tiongkok. Untuk minuman, batasi pada yang berbotol atau berkaleng; tanpa es.
Pertanyaan, terjawab
Apakah makanan di Kawasan Muslim benar-benar halal?
Ya. Ini adalah kawasan tempat bermukimnya komunitas Muslim Hui Xi'an secara turun-temurun, dan semua yang dijual halal — tidak ada babi di seantero kawasan. Roujiamo berisi daging sapi atau domba, guantang bao berisi sapi atau domba, dan sebagian besar kedai tidak menyajikan alkohol.
Apakah Kawasan Muslim itu jebakan turis?
Bagian jalan utama Beiyuanmen boleh dibilang begitu — harga melambung dan menunya ditujukan untuk rombongan turis. Namun Xiyangshi, Dapiyuan, dan terutama kawasan Sajinqiao di sebelah barat adalah tempat warga setempat makan dengan harga lokal. Jika Anda pandai memilih jalan, Kawasan Muslim adalah salah satu pengalaman kuliner terbaik di Tiongkok.
Berapa biaya makan sepanjang satu malam?
Sekitar ¥50–100 per orang sudah cukup dari awal sampai akhir: sate sekitar ¥10 per tusuk, semangkuk niangpi sekitar ¥10, roujiamo sapi ¥10–15, kue kesemek beberapa yuan sebiji, dan semangkuk yangrou paomo yang disantap sambil duduk ¥25–40. Harga naik di jalan utama dan saat hari libur.
Bisakah saya memakai kartu kredit asing atau uang tunai?
Kartu kredit tidak — nyaris setiap kios hanya menerima kode QR Alipay atau WeChat Pay. Siapkan pembayaran seluler sebelum berangkat (kedua aplikasi kini mendukung penautan kartu asing). Sedikit uang tunai bisa menjadi cadangan, tetapi kembaliannya bisa menjadi masalah di kios-kios yang ramai.
Apa yang paling tidak boleh dilewatkan?
Yangrou paomo — prosesi dan rasanya sama pentingnya: mengoyak rotinya sendiri lalu menyantap hasilnya adalah hal paling khas Xi'an yang bisa Anda lakukan di meja makan. Jika murni jajanan pinggir jalan, roujiamo sapi dan kue kesemek hangat adalah dua hal yang harus didahulukan.
Tempat dalam kisah ini

Kawasan Muslim
Mengenyangkan Xi'an sejak tahun 700-an — lorong-lorong paling riuh, paling berasap, dan paling harum dari komunitas suku Hui.
Selengkapnya →

Tembok Kota Xi'an
Sebuah persegi panjang dari dinasti Ming sepanjang 14 km yang bisa Anda sepeda di puncaknya — berusia 650 tahun dan masih menjadi rute komuter favorit kota.
Selengkapnya →
Terus jelajahi
Apa yang dimakan warga lokal: Yongxingfang, Sajinqiao, dan lainnya
Setiap wisatawan berhasil menemukan jalan utama Kawasan Muslim, tetapi hampir tak ada yang menemukan tempat warga lokal Xi'an benar-benar makan. Rute kuliner warga lokal terbagi ke dua arah: Yongxingfang — kawasan kuliner Shaanxi yang terkurasi di sebelah Gerbang Timur, yang mengumpulkan camilan dari seluruh penjuru provinsi dalam satu tempat; dan Sajinqiao — sebuah gang kecil yang polos, yang hingga kini masih melayani warga Muslim setempat, dengan antrean sarapan sudah terbentuk sebelum pukul delapan pagi. Tambahkan Pasar Malam Dongxin Jie dan beberapa gang sempit, dan Anda bisa makan seperti lokal sepanjang perjalanan.
Panduan vegetarian & kebutuhan diet di Xi'an
Jujur lebih dulu: hidangan andalan Xi'an nyaris semuanya berkuah kaldu daging, dan tak ada satu pun menu di kota ini yang menandai pilihan vegetarian. Tapi kota ini juga punya tradisi vegetarian Buddhis berusia ratusan tahun, sebuah kawasan Muslim yang bersih dari daging babi dan minyak babi, serta sejumlah jajanan yang vegan sejak awal—beberapa di antaranya termasuk cita rasa terbaik Xi'an. Hafalkan belasan nama hidangan dan tiga frasa, kaum vegetarian bisa makan enak di sini; sementara yang alergi gluten ketat sebaiknya bersiap untuk “mode sulit”.
Menikmati kuliner halal di Xi'an
Di sebagian besar kota Tiongkok, wisatawan Muslim harus mencari restoran satu per satu. Di Xi'an, Anda cukup memilih satu kawasan: komunitas Muslim Hui telah memasak di sini sejak dinasti Tang, seluruh kawasan besar di belakang Menara Bedug sama sekali tak menjual daging babi, dan beberapa hidangan khas kota ini memang halal sejak lahir. Panduan ini mengajari Anda membaca label, tahu apa yang harus dimakan, dan hal-hal yang perlu diwaspadai di luar kawasan tersebut.