
Gereja Katolik Jalan Wuxing
Wǔxīngjiē Tiānzhǔ Jiàotáng
Sebuah basilika Romawi yang dibangun pada 1716 dan diselimuti ukiran bata Tionghoa — bangunan hibrida paling fotogenik di Xi'an.
Masuk
Gratis
Jam buka
Sen–Min · 7:00
Waktu
20 menit–40 menit
Metro
Jalur 6 · Qiaozikou
Gereja Katolik Jalan Wuxing (五星街天主教堂, Wǔxīngjiē Tiānzhǔ Jiàotáng), atau Katedral Selatan, telah menjadi takhta keuskupan Katolik Xi'an sejak 1716 — sebuah basilika Romawi dari bata abu-abu yang fasadnya dihiasi ukiran bata Tionghoa berupa kelelawar, koin, dan bunga. Gratis, tenang, dan hanya sepuluh menit berjalan kaki dari [Kawasan Muslim](/en/attractions/muslim-quarter), sehingga mudah ditambahkan ke jadwal. Catatan: ini adalah gereja yang masih aktif, jadi interiornya tidak dibuka saat Misa dan kadang terkunci di antara dua ibadah — Anda mungkin hanya bisa melihat fasadnya, yang sejujurnya memang bagian terbaiknya.
Apa yang Anda lihat
Nama lengkapnya adalah Katedral Santo Fransiskus (圣方济各主教座堂, Shèng Fāngjìgè Zhǔjiào Zuòtáng), tetapi semua orang menyebutnya Katedral Selatan (南堂, Nántáng) untuk membedakannya dari Katedral Utara di sisi lain kota. Gereja ini didirikan sekitar tahun 1716, pada masa pemerintahan Kaisar Kangxi, oleh misionaris Fransiskan dari Italia, dan diperluas pada abad ke-18 — menjadikannya gereja induk Katolik di Shaanxi dan salah satu gereja tertua di Tiongkok barat laut.
Bangunan ini adalah hibrida yang sesungguhnya, bukan tiruan bergaya taman hiburan. Fasadnya mengikuti gaya depan basilika Romawi — portal berpelengkung, jendela mawar, tiga salib di bubungan atap — tetapi dibangun dengan bata abu-abu dan genteng abu-abu setempat, dan dilihat dari dekat ornamennya sepenuhnya Tionghoa: kelelawar berukiran bata sebagai lambang keberuntungan, pola koin, dan peoni. Di dalam, ruang utama bergaya Romanesque berpelengkung dihiasi deretan kursi kayu berlapis lak merah dan motif dekoratif Tionghoa. Alun-alun kecil di depan gereja menampilkan tatahan marmer yang menandai peringatan ke-300 gereja (1716–2016), serta sebuah replika Prasasti Nestorian yang masyhur — yang asli tersimpan di Hutan Prasasti — mengingatkan bahwa Kekristenan telah muncul di Xi'an, datang dan pergi, selama hampir 1.400 tahun.
Detail kelangsungan yang layak diketahui: selama beberapa dekade di abad ke-20, gereja ini sempat menjadi gudang pabrik permen — dan justru karena bermanfaatlah bangunan ini bertahan — guna itulah yang menopangnya sampai pemugaran 1991.
Strategi berkunjung
Pilihlah waktu di antara Misa. Ini adalah katedral yang masih aktif, bukan museum. Misa hari kerja berlangsung sekitar pukul 7:00 dan 19:00; pada hari Minggu ada beberapa kali ibadah, termasuk Misa bahasa Inggris sekitar pukul 15:30. Selama Misa, kunjungan dihentikan — Anda dapat berdiri tenang di baris belakang atau kembali lagi nanti. Pertengahan pagi dan pertengahan sore pada hari kerja adalah peluang terbaik agar ruang utama terbuka dan sepi.
Berapa lama: 20–40 menit. Fasad dan alun-alun kecil adalah daya tarik utamanya; jika interior terbuka, tambahkan sepuluh menit.
Tata krama: Ini adalah tempat ibadah yang aktif dengan umat yang sudah terbiasa dengan berbagai kru kamera — bukan tanpa alasan gereja ini jadi unggahan populer di Douyin. Tariklah suara, matikan lampu kilat, jangan memotret orang yang sedang berdoa; jika petugas memberi isyarat agar Anda keluar sebelum Misa, jangan diambil hati.
Padukan dengan: sepuluh menit berjalan kaki ke timur laut menuju Masjid Agung Xi'an dan Kawasan Muslim — katedral, masjid, dan pasar kuliner halal dalam satu putaran menjadi satu jam "agama yang hidup" paling memukau di kota ini, dan ujung kuliner rutenya adalah yang paling kuat.
Informasi praktis
- Biaya: gratis, tanpa tiket, tanpa reservasi.
- Fotografi: eksterior bebas dipotret dan paling bagus dalam cahaya senja; pemotretan interior bergantung pada suasana hati petugas dan sepenuhnya dilarang selama Misa.
- Fasilitas: tidak ada untuk pengunjung — tanpa kafe, tanpa toko, tanpa toilet wisatawan. Gang-gang di sekitarnya memiliki toko serba ada dan kedai mi.
- Pilihan Minggu: Misa bahasa Inggris sekitar pukul 15:30 menarik campuran mahasiswa Afrika, ekspatriat, dan orang lokal — ikut serta (dengan hormat, dan untuk seluruh ibadah) adalah satu-satunya cara yang dapat diandalkan untuk menyaksikan ruang utama digunakan.
- Bacaan konteks: sejarah singkat Xi'an kami menceritakan bagaimana aneka agama Jalur Sutra — Buddha, Islam, Kristen Nestorian, Katolik — berlapis-lapis menumpuk di kota ini.
Pertanyaan, terjawab
Bisakah wisatawan masuk ke dalam Gereja Jalan Wuxing?
Biasanya bisa, selama tidak ada ibadah berlangsung — masuk gratis. Ruang utama ditutup bagi wisatawan selama Misa (hari kerja sekitar pukul 7:00 dan 19:00, beberapa ibadah pada hari Minggu). Pada hari-hari tertentu gereja terkunci di antara ibadah; dalam kasus itu, fasad dan alun-alun kecil tetap layak dikunjungi.
Gereja tertua di Xi'an yang mana?
Katedral Selatan Katolik di Jalan Wuxing, didirikan sekitar tahun 1716 oleh misionaris Fransiskan dari Italia — takhta keuskupan Xi'an dan salah satu gereja Katolik tertua di Tiongkok barat laut. Kekristenan sendiri tiba di Xi'an jauh lebih awal: Prasasti Nestorian tahun 781 mencatat adanya gereja di sini pada masa Dinasti Tang.
Apakah ada Misa bahasa Inggris di Xi'an?
Ada — Gereja Jalan Wuxing menyelenggarakan Misa bahasa Inggris pada hari Minggu, sekitar pukul 15:30 (waktu dapat berubah; datang lebih awal dan konfirmasi di papan pengumuman). Ini adalah Misa penuh, jadi pengunjung yang hadir hendaknya berencana tinggal sampai Misa selesai.
Bagaimana menuju Gereja Jalan Wuxing dengan metro?
Naik Jalur 6 sampai stasiun Qiaozikou atau Guangjijie — 7–10 menit berjalan kaki dari stasiun. Dari Menara Lonceng, sekitar 15 menit berjalan kaki menyusuri Jalan Barat, atau taksi sekitar ¥12 dengan mengatakan “Wuxing Street Tianzhujiao Jiaotang” (五星街天主教堂) kepada sopir.
Terus jelajahi

Tembok Kota Xi'an
Sebuah persegi panjang dari dinasti Ming sepanjang 14 km yang bisa Anda sepeda di puncaknya — berusia 650 tahun dan masih menjadi rute komuter favorit kota.
Selengkapnya →

Kawasan Muslim
Mengenyangkan Xi'an sejak tahun 700-an — lorong-lorong paling riuh, paling berasap, dan paling harum dari komunitas suku Hui.
Selengkapnya →

Menara Lonceng Xi'an
Menara lonceng dari dinasti Ming tahun 1384 ini berdiri persis di pusat kota tua yang dilingkungi tembok — dan paling memukau saat senja, ketika ia menyala terang di atas bundaran.
Selengkapnya →