
Maoling (Makam Kaisar Wu dari Han)
Màolíng
Makam kekaisaran Han terbesar — dan kuda perang batu yang menginjak pejuang Xiongnu.
Masuk
Mulai ¥75
Jam buka
Setiap hari · Apr
Waktu
2–4 jam
Maoling adalah makam Kaisar Wu (hidup 156–87 SM). Sang kaisar Han ini mendorong batas wilayah hingga ke tepi gurun barat, dan masa pemerintahannya adalah puncak Dinasti Han Barat. Maoling adalah yang terbesar di antara makam-makam kekaisaran Han Barat — sebuah tumulus tanah berpuncak datar setinggi bukit kecil, berdiri di dataran Xingping sebelah barat Xi'an. Namun alasan sebenarnya untuk datang jauh-jauh ke sini adalah Museum Maoling di sebelahnya, yang dibangun di atas makam jenderal Huo Qubing — 16 ukiran batu Han yang terpelihara di makamnya merupakan mahakarya patung Tiongkok awal. Anda dapat menjadwalkan Maoling pada hari yang sama dengan [Qianling](/en/day-trips/qianling-mausoleum) untuk melihat dua makam kekaisaran sekaligus.
Makam dan sang kaisar
Kaisar Wu (Han Wudi, Liu Che) memerintah Han selama 54 tahun dan mengubahnya menjadi kekuatan adidaya: ia membuka Jalur Sutra, menahan perlawanan suku pengembara Xiongnu hingga posisi seimbang, menganeksasi wilayah luas yang kini menjadi Tiongkok selatan, dan menguras kas negara dalam prosesnya. Ia dimakamkan di Maoling — sebuah tumulus tanah berbentuk piramida terpancung sekitar 40 km di sebelah barat Xi'an, yang dibangun selama 53 tahun dan pernah dikelilingi oleh sebuah kota kecil berisi makam para pengiring, aula ritual, serta pusara para menteri kesayangannya.
Tumulus itu sendiri hanyalah sebuah gundukan tanah — seperti semua makam kerajaan Han yang tidak menyembunyikan bilik tersembunyi, ia telah dikosongkan oleh perampok sejak dahulu. Yang benar-benar layak dikunjungi adalah segala sesuatu di sekelilingnya.
Ukiran batu di makam Huo Qubing
Bertetangga dengan Maoling terdapat makam Huo Qubing, sang jenderal yang di usia belasan tahun telah memimpin kavaleri Han jauh ke jantung wilayah Xiongnu, dan meninggal muda di usia 24 tahun. Kaisar Wu memerintahkan makamnya dibuat menyerupai Pegunungan Qilian tempat ia meraih ketenaran, dan tersebar di atasnya ada 16 ukiran batu raksasa — patung batu berskala besar tertua yang masih bertahan di Tiongkok, dan alasan para sejarawan seni datang jauh-jauh ke sini.
Yang paling termasyur adalah «Kuda yang menginjak pejuang Xiongnu»: seekor kuda perang Han yang kekar berdiri di atas seorang pengembara yang telah ditaklukkan, dipahat dari satu bongkahan granit dengan ekonomi pahatan yang menakjubkan — beberapa ketukan pahat saja sudah menyiratkan otot, wajah, dan senjata. Ada pula harimau yang berbaring, babi hutan, katak, «sapi», dan «kuda yang bersiap melompat», semuanya dalam gaya yang sama — berani, nyaris belum selesai, dan membiarkan urat batu asli terbuka. Karya-karya yang diukir pada 117 SM ini terasa mencengangkan modern bagi mata hari ini, dan mereka berada di sana di tempat terbuka, di atas makam — tanpa kaca, tanpa etalase.
Pertanyaan, terjawab
Apakah makamnya sendiri layak dilihat?
Tidak terlalu — itu hanyalah gundukan tanah yang telah lama dikosongkan perampok. Alasan sebenarnya untuk datang adalah Museum Maoling di sebelahnya dan 16 ukiran batu Han di makam Huo Qubing. Datanglah untuk patungnya, bukan untuk piramidanya.
Bagaimana Maoling dibandingkan dengan Qianling?
Keduanya adalah makam kekaisaran di Dataran Xianyang sebelah barat Xi'an. Maoling (Han, Kaisar Wu) memiliki ukiran batu yang tak tertandingi; Qianling (Tang, Wu Zetian) memiliki deretan patung batu di sepanjang jalan sucinya yang utuh dan latar yang lebih megah. Bila hanya bisa memilih satu, Qianling memberikan pengalaman yang lebih lengkap; Maoling cocok untuk para pencinta patung.
Bisakah saya mengunjungi Maoling dan Qianling dalam satu hari?
Bisa — kedua makam berjarak sekitar 40 km di dataran yang sama, dan dengan menyewa mobil plus sopir dari Xi'an, Anda dapat melihat keduanya dengan satu pemberhentian untuk makan siang. Ini salah satu tur satu hari bertema sejarah terbaik di sekitar Xi'an.
Terus jelajahi

Tur Sehari Gunung Hua
Gunung suci Taois yang usianya dua ribu tahun, dengan jalur papan tebing yang membuatnya terkenal ke mana-mana — puncak granit paling terjal di Tiongkok, satu jam perjalanan kereta cepat dari Xi'an.
Selengkapnya →

Kuil Famen
Relik jari Buddha disegel dalam ruang bawah tanah dinasti Tang pada 874 M, museum harta karun di sebelahnya, dan sebuah stupa raksasa berbentuk berlian — 120 km di sebelah barat Xi'an.
Selengkapnya →

Air Terjun Hukou
Sungai Kuning telah mengukir temperamennya pada tebing batu jauh sebelum dinasti mana pun berdiri — inilah air terjun berwarna ambar paling membahana di Tiongkok, dapat dicapai dalam sekitar empat jam berkendara dari Xi'an.
Selengkapnya →