VISITXIAN
Daoist temple pavilions at Louguantai in the Qinling foothills, where Laozi is said to have taught the Dao De Jing

Louguantai

Lóuguāntái

Tempat kelahiran Daoisme — konon Laozi mengajarkan Dao De Jing di sini.

3–6 jam¥45Tidak wajib — langsung datang
Photo by China2013, via Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

Masuk

Mulai ¥45

Jam buka

Setiap hari · 9:00

Waktu

3–6 jam

Louguantai adalah tempat paling suci bagi Daoisme: sebuah pelataran tinggi di kaki Pegunungan Zhongnan tempat, sekitar tahun 500 SM, Laozi yang sudah lanjut usia konon berhenti dalam perjalanannya ke barat dan mengajarkan 5.000 aksara Dao De Jing kepada sang penjaga gerbang, Yin Xi. Hingga kini tempat ini tetap menjadi kompleks kuil Dao yang berpenghuni dan aktif — lebih dari tiga puluh aula dan paviliun memanjat lereng gunung yang rimbun, sekitar 70 km di barat daya Xi'an. Bagi yang tertarik pada Daoisme, agama Tiongkok, atau kuil di pegunungan, kunjungan ke sini terasa memuaskan; bagi yang tidak, Anda boleh saja melewatkannya. Padukan dengan sore hari di Pegunungan Qinling.

01

Apa yang terjadi di sini

Kisah inilah seluruh inti tempat ini. Laozi (Lǎozǐ), pengelola arsip Dinasti Zhou, telah bosan dengan kehidupan istana dan pergi menuju perbatasan di barat. Tiba di Gerbang Hangu, sang penjaga gerbang Yin Xi (Yǐn Xǐ) menolak membiarkannya lewat kecuali ia meninggalkan ajarannya — maka Laozi mendikte Dao De Jing (Dàodéjīng) dan melanjutkan perjalanan. Louguantai (lóuguāntái — «pelataran untuk memandang dari menara») adalah gunung tempat, menurut tradisi, ia kemudian menaiki sebuah pelataran tinggi dan menjelaskan kitab itu kepada Yin Xi; pelataran itu hingga kini disebut Shuojingtai (shuōjīngtái, «pelataran khotbah kitab»).

Apakah semua ini benar secara harfiah bukanlah persoalannya. Daoisme telah menganggap Louguantai sebagai tempat kelahirannya selama hampir dua milenium — Kaisar Xuanzong dari Tang membangun kompleks kuil kekaisaran yang megah di sini (ia mengklaim Laozi sebagai leluhurnya), dan para pendeta Dao masih hidup dan beribadah di gunung ini. «天下第一福地» — «tanah paling beruntung di bawah langit» — begitulah penganut Dao menyebutnya.

02

Apa yang dapat dilihat

Kawasan ini terbagi menjadi dua zona. Di bagian bawah terdapat reruntuhan Zongsheng Gong (Zōngshèng Gōng) — sisa-sisa kuil Dao kekaisaran dari Dinasti Tang: pilar batu, pohon sanobar kuno (konon beberapa ditanam seribu tahun lampau), dan atmosfer yang hening dan mendalam. Di atasnya, Shuojingtai memanjat gunung melalui rangkaian aula dan paviliun — kuil-kuil Dao, pohon ginkgo yang bersinar keemasan menyilaukan pada bulan November, serta pemandangan kembali ke Dataran Guanzhong dan Xi'an.

Beberapa kilometer lebih jauh ke barat terdapat Xi Louguan (Louguantai Barat), tempat tradisi menempatkan makam Laozi (老子墓) dan gua Wulao Dong (吾老洞) tempat ia wafat. Seluruh kompleks paling pas dijadikan trekking setengah hari yang santai, berpindah-pindah di antara aula-aula — ini lebih merupakan tempat ziarah daripada museum, dan daya tariknya terletak pada latar dan keheningannya, bukan pada benda tunggal apa pun.

03

Cara menuju ke sana

Louguantai berjarak sekitar 70 km di barat daya Xi'an — 1,5–2 jam berkendara. Tanpa mobil, yang paling mudah adalah bus wisata Huanshan Lüyou 1 Hao Xian (yang mengelilingi sepanjang Pegunungan Zhongnan dan berhenti di sini), atau bus langsung dari Stasiun Bus Fengqing Lu (Fēngqìng Lù) di Xi'an. Jika Anda berdua atau lebih, memanggil DiDi atau taksi untuk sekali jalan cukup masuk akal dan jauh lebih praktis. Tidak ada layanan metro ke sini — ini sudah pedesaan Kabupaten Zhouzhi. Bila waktu memungkinkan, pilihlah akhir Oktober hingga November: pohon ginkgolah alasan warga lokal memilih musim ini untuk berkunjung.

?

Pertanyaan, terjawab

Apakah Louguantai layak dikunjungi jika saya tidak tahu apa-apa tentang Daoisme?

Hanya sedikit. Latar pegunungannya dan pohon sanobar dari Dinasti Tang memang indah, tetapi makna tempat ini ada pada Daoisme. Bila agama Tiongkok atau Laozi berarti sesuatu bagi Anda, ini adalah tempat ziarah yang sesungguhnya; bila tidak, setengah hari di Istana Huaqing atau di Tembok Kota adalah cara memanfaatkan waktu yang lebih baik.

Apakah butuh seharian penuh?

Setengah hari sudah cukup untuk melihat pelataran utama dan reruntuhan Zongsheng Gong; seharian penuh memungkinkan Anda berjalan hingga ke Louguantai Barat dan makam Laozi. Bagaimanapun caranya, sisihkan waktu untuk perjalanan — 1,5–2 jam sekali jalan dari Xi'an.

Kapan waktu terbaik untuk pergi?

Akhir Oktober hingga November, ketika pohon ginkgo kuno berubah menjadi keemasan; ini juga saat cuaca Xi'an paling bagus. Hindari periode Tahun Baru Imlek dan festival Dao besar — saat itu kawasan ini penuh sesak oleh peziarah.

Terus jelajahi