
Louguantai
Lóuguāntái
Tempat kelahiran Daoisme — konon Laozi mengajarkan Dao De Jing di sini.
Masuk
Mulai ¥45
Jam buka
Setiap hari · 9:00
Waktu
3–6 jam
Louguantai adalah tempat paling suci bagi Daoisme: sebuah pelataran tinggi di kaki Pegunungan Zhongnan tempat, sekitar tahun 500 SM, Laozi yang sudah lanjut usia konon berhenti dalam perjalanannya ke barat dan mengajarkan 5.000 aksara Dao De Jing kepada sang penjaga gerbang, Yin Xi. Hingga kini tempat ini tetap menjadi kompleks kuil Dao yang berpenghuni dan aktif — lebih dari tiga puluh aula dan paviliun memanjat lereng gunung yang rimbun, sekitar 70 km di barat daya Xi'an. Bagi yang tertarik pada Daoisme, agama Tiongkok, atau kuil di pegunungan, kunjungan ke sini terasa memuaskan; bagi yang tidak, Anda boleh saja melewatkannya. Padukan dengan sore hari di Pegunungan Qinling.
Apa yang terjadi di sini
Kisah inilah seluruh inti tempat ini. Laozi (Lǎozǐ), pengelola arsip Dinasti Zhou, telah bosan dengan kehidupan istana dan pergi menuju perbatasan di barat. Tiba di Gerbang Hangu, sang penjaga gerbang Yin Xi (Yǐn Xǐ) menolak membiarkannya lewat kecuali ia meninggalkan ajarannya — maka Laozi mendikte Dao De Jing (Dàodéjīng) dan melanjutkan perjalanan. Louguantai (lóuguāntái — «pelataran untuk memandang dari menara») adalah gunung tempat, menurut tradisi, ia kemudian menaiki sebuah pelataran tinggi dan menjelaskan kitab itu kepada Yin Xi; pelataran itu hingga kini disebut Shuojingtai (shuōjīngtái, «pelataran khotbah kitab»).
Apakah semua ini benar secara harfiah bukanlah persoalannya. Daoisme telah menganggap Louguantai sebagai tempat kelahirannya selama hampir dua milenium — Kaisar Xuanzong dari Tang membangun kompleks kuil kekaisaran yang megah di sini (ia mengklaim Laozi sebagai leluhurnya), dan para pendeta Dao masih hidup dan beribadah di gunung ini. «天下第一福地» — «tanah paling beruntung di bawah langit» — begitulah penganut Dao menyebutnya.
Apa yang dapat dilihat
Kawasan ini terbagi menjadi dua zona. Di bagian bawah terdapat reruntuhan Zongsheng Gong (Zōngshèng Gōng) — sisa-sisa kuil Dao kekaisaran dari Dinasti Tang: pilar batu, pohon sanobar kuno (konon beberapa ditanam seribu tahun lampau), dan atmosfer yang hening dan mendalam. Di atasnya, Shuojingtai memanjat gunung melalui rangkaian aula dan paviliun — kuil-kuil Dao, pohon ginkgo yang bersinar keemasan menyilaukan pada bulan November, serta pemandangan kembali ke Dataran Guanzhong dan Xi'an.
Beberapa kilometer lebih jauh ke barat terdapat Xi Louguan (Louguantai Barat), tempat tradisi menempatkan makam Laozi (老子墓) dan gua Wulao Dong (吾老洞) tempat ia wafat. Seluruh kompleks paling pas dijadikan trekking setengah hari yang santai, berpindah-pindah di antara aula-aula — ini lebih merupakan tempat ziarah daripada museum, dan daya tariknya terletak pada latar dan keheningannya, bukan pada benda tunggal apa pun.
Pertanyaan, terjawab
Apakah Louguantai layak dikunjungi jika saya tidak tahu apa-apa tentang Daoisme?
Hanya sedikit. Latar pegunungannya dan pohon sanobar dari Dinasti Tang memang indah, tetapi makna tempat ini ada pada Daoisme. Bila agama Tiongkok atau Laozi berarti sesuatu bagi Anda, ini adalah tempat ziarah yang sesungguhnya; bila tidak, setengah hari di Istana Huaqing atau di Tembok Kota adalah cara memanfaatkan waktu yang lebih baik.
Apakah butuh seharian penuh?
Setengah hari sudah cukup untuk melihat pelataran utama dan reruntuhan Zongsheng Gong; seharian penuh memungkinkan Anda berjalan hingga ke Louguantai Barat dan makam Laozi. Bagaimanapun caranya, sisihkan waktu untuk perjalanan — 1,5–2 jam sekali jalan dari Xi'an.
Kapan waktu terbaik untuk pergi?
Akhir Oktober hingga November, ketika pohon ginkgo kuno berubah menjadi keemasan; ini juga saat cuaca Xi'an paling bagus. Hindari periode Tahun Baru Imlek dan festival Dao besar — saat itu kawasan ini penuh sesak oleh peziarah.
Terus jelajahi

Tur Sehari Gunung Hua
Gunung suci Taois yang usianya dua ribu tahun, dengan jalur papan tebing yang membuatnya terkenal ke mana-mana — puncak granit paling terjal di Tiongkok, satu jam perjalanan kereta cepat dari Xi'an.
Selengkapnya →

Kuil Famen
Relik jari Buddha disegel dalam ruang bawah tanah dinasti Tang pada 874 M, museum harta karun di sebelahnya, dan sebuah stupa raksasa berbentuk berlian — 120 km di sebelah barat Xi'an.
Selengkapnya →

Air Terjun Hukou
Sungai Kuning telah mengukir temperamennya pada tebing batu jauh sebelum dinasti mana pun berdiri — inilah air terjun berwarna ambar paling membahana di Tiongkok, dapat dicapai dalam sekitar empat jam berkendara dari Xi'an.
Selengkapnya →