VISITXIAN
Grey-brick mountain gate of Daxingshan Temple in Xiaozhai, Xi'an

Kuil Daxingshan

Dàxīngshàn Sì

Kuil berusia 1.700 tahun ini adalah tempat lahirnya Buddhisme Jepang — gratis, dipenuhi merpati, dan hanya lima menit dari mal tersibuk Xi'an.

45 menit–1½ jamGratisJalur 2 · XiaozhaiTidak wajib — langsung datang
Photo by 木靈芝, via Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

Masuk

Gratis

Jam buka

Senin–Minggu · 8:00

Waktu

45 menit–1½ jam

Metro

Jalur 2 · Xiaozhai · Pintu A

Salah satu kuil Buddha tertua di Xi'an, didirikan sekitar tahun 265 M dan tersohor sebagai tempat biksu Jepang Kūkai berlatih sebelum pulang dan mendirikan Buddhisme Shingon — sebab itulah Anda akan berbagi pelataran dengan peziarah Jepang. Ini kuil yang masih hidup, bukan museum: dupa, lantunan sutra, pohon sanobar kuno, dan banyak merpati. Kuilnya kompak dan luar biasa tenang meski berada tepat di sebelah kawasan belanja Xiaozhai; lewati hanya jika Anda benar-benar jenuh dengan kuil.

01

Seperti apa kuil ini

Kuil Daxingshan (大兴善寺, Dàxīngshàn Sì) melacak pendiriannya hingga sekitar tahun 265 M, pada masa Dinasti Jin Barat — lebih tua daripada sebagian besar peninggalan yang masih tersisa di Xi'an. Ketenaran sejatinya ditempa pada era Tang: abad ke-8 dan ke-9 tempat ini adalah pusat Buddhisme Esoterik Tiongkok, tempat biksu-biksu India menerjemahkan sutra dan Master Huiguo (惠果, Huìguǒ) mengajar. Pada 804 M, seorang biksu muda Jepang bernama Kūkai (空海) datang ke sini, berguru kepada Huiguo, dan setelah menuntaskan pelajarannya membawa ajaran itu kembali ke Jepang, mendirikan mazhab Shingon (真言宗, «kata sejati») — kini salah satu tradisi Buddhisme utama Jepang dengan jutaan penganut. Bagi umat Shingon, kuil ini adalah titik awal segalanya.

Apa yang Anda lihat sebenarnya adalah tata letak kuil Tiongkok klasik di sepanjang sumbu tengah — gerbang, Balai Raja Surga, balai utama, dan perpustakaan sutra di bagian belakang — dikelilingi pohon sanobar berusia ratusan tahun. Kawanan merpati menguasai pelataran depan (warga lokal membeli pakan dari pedagang di gerbang), dan aroma dupa menebal di udara. Perhatikan tugu peringatan Kūkai serta prasasti yang menandai hubungan kuil ini dengan Jepang — biasanya dikelilingi rombongan wisatawan dari Osaka yang melakukan hal yang sama.

Ini kuil yang hidup. Para biksu melantunkan sutra dalam bakti pagi dan sore, dan kebanyakan orang di sekitar Anda datang untuk sembahyang, bukan berwisata. Suasana kuil yang «masih hidup» inilah inti nilainya.

02

Strategi berkunjung

Usahakan datang sebelum pukul 9:30. Di pagi hari yang hadir adalah umat lokal, dupa, dan merpati; mendekati siang, rombongan peziarah Jepang dan wisatawan domestik mulai berdatangan. Tempat ini tidak pernah sesak hingga tak bisa bergerak, tapi justru ketenangan itulah harta terbesarnya.

Durasi: berkelilinglah dengan santai selama 45 menit hingga satu jam. Tidak ada «objek wisata» besar yang harus diantri — yang Anda peroleh adalah atmosfer dan keheningan.

Padukan dengan sekitarnya. Kuil ini berada di Xiaozhai, kawasan pelajar dan belanja Xi'an. Museum Sejarah Shaanxi berjarak 15 menit berjalan kaki ke timur (ingat untuk memesan tiket lebih dulu — sering habis), dan Mal Saige tepat di seberang persimpangan jika ingin suasana yang justru bertolak belakang dengan ketenangan kuil di hari yang sama. Pagoda Angsa Liar Besar berjarak satu perhentian metro atau 20 menit berjalan kaki lebih ke timur.

Etiket: berpakaian sopan, jangan memotret umat yang sedang sembahyang, dan langkahi ambang pintu alih-alih menginjaknya. Dupa gratis tersedia di kotak donasi dekat gerbang utama — ambil tiga batang jika ingin ikut serta.

03

Cara ke sana

Kuil ini berada di Xingshansi West Street (兴善寺西街), sebuah jalanan berpohon rindang tepat di sebelah timur persimpangan Xiaozhai — salah satu objek wisata yang paling mudah dicapai di Xi'an.

  • Metro: Jalur 2 atau Jalur 3 ke stasiun Xiaozhai (小寨), Pintu Keluar A, lalu berjalan kaki 5 menit. Sepanjang jalan Anda akan melewati restoran vegetarian dan toko perlengkapan Buddha di jalanan tersebut — pemanasan yang cukup bagus.
  • Taksi/DiDi: sekitar ¥10–15 dari Pagoda Angsa Liar Besar atau kawasan Menara Lonceng; tunjukkan 大兴善寺 kepada pengemudi.
  • Berjalan kaki: sekitar 20 menit ke barat dari Pagoda Angsa Liar Besar menyusuri Xiaozhai East Road — datar dan lugas.
04

Informasi praktis

  • Biaya: gratis, tanpa reservasi — langsung masuk saja.
  • Makanan: Xingshansi West Street di luar gerbang kuil berderet restoran vegetarian (素菜馆) yang menyambung tradisi kuil ini — makan siang sepenuhnya vegetarian yang hemat sekitar ¥30. Jika tertarik pada hidangan vegetarian, lihat panduan makan vegetarian kami.
  • Peziarah Jepang: jangan heran melihat rambu berbahasa Jepang dan rombongan wisatawan; kuil ini hingga kini aktif menjaga hubungannya dengan Shingon.
  • Anak-anak: merpati adalah daya tarik utama bagi anak-anak; bawalah uang kecil untuk pakan.
  • Fasilitas: tersedia toilet dasar di dalam kuil; tidak ada kafe. Mal Saige di seberang jalan memenuhi segala kebutuhan lain.
?

Pertanyaan, terjawab

Apakah Kuil Daxingshan patut dikunjungi?

Ya, apalagi gratis dan tepat di sebelah Jalur 2 metro. Ini salah satu kuil tertua di Xi'an dengan hubungan Jepang yang benar-benar memikat, dan dapat dikelilingi dalam waktu kurang dari satu jam. Padukan dengan Museum Sejarah Shaanxi atau Pagoda Angsa Liar Besar, alih-alih datang khusus.

Mengapa begitu banyak wisatawan Jepang datang ke Kuil Daxingshan?

Karena Buddhisme Shingon Jepang berawal dari sini. Pada 804 M, biksu Kūkai mempelajari Buddhisme Esoterik di bawah Master Huiguo di kuil ini, lalu mendirikan mazhab Shingon di Jepang. Bagi umat Shingon, berziarah ke Daxingshan adalah pulang ke tempat lahir mazhab mereka.

Apakah diperlukan tiket untuk Kuil Daxingshan?

Tidak — masuk gratis dan tanpa reservasi. Buka kurang lebih 8:00–17:00 setiap hari. Donasi dan dupa bersifat sukarela.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan di Kuil Daxingshan?

Bagi sebagian besar pengunjung, 45 menit hingga satu jam sudah cukup — kuil ini terdiri dari pelataran dan balai yang kompak. Untuk mendengar lantunan sutra dan merasakan ketenangan, datanglah pagi hari.

Terus jelajahi