VISITXIAN
Incense burning at a working Taoist temple

Baxian An (Kuil Delapan Dewa)

Bāxiān'ān (Wànshòu Bāxiāngōng)

Kuil Tao yang masih hidup di Xi'an — dupa menyan berabad-abad, deretan tukang ramal, dan nyaris tanpa turis.

45 menit–1½ jam¥3Jalur 1 · Kangfu RoadTidak wajib — langsung datang
Photo by Kristijan Arsov on Unsplash · Unsplash License

Masuk

Mulai ¥3

Jam buka

Sen–Min · May 1

Waktu

45 menit–1½ jam

Metro

Jalur 1 · Kangfu Road · Pintu B

Ibadat Tao telah hidup di sini selama berabad-abad, dan hal itu terlihat sekali: inilah kuil Tao utama yang masih aktif di kota, didedikasikan bagi Delapan Dewa legenda, dan merupakan dunia yang sama sekali berbeda dari sirkuit kuil bergaya museum yang baru dipoles dan ramai pengunjung. Umat membakar dupa dan mengocok tongkat ramalan, biksu melantunkan sutra, tukang ramal menawarkan jasa di mulut gang; dan pada Minggu pagi, sebuah pasar barang antik yang membentang luas muncul begitu saja di depan pintu. Tiket masuk sekitar ¥3. Datang untuk atmosfer, bukan kemegahan — dan kalau bisa, datanglah pada Minggu pagi.

01

Yang Anda lihat

Baxian An (八仙庵, Bāxiān'ān), secara resmi bernama Wanshou Baxian Gong (万寿八仙宫, Wànshòu Bāxiāngōng — Istana Delapan Dewa), adalah kuil Tao aktif terbesar di Xi'an. Kuil ini didedikasikan bagi Delapan Dewa (八仙, Bāxiān), sosok-sosok yang dicintai dari folklor Tao — si penyair-pendekar mabuk Lü Dongbin, He Xiangu pembawa teratai, dan enam lainnya — masing-masing memiliki ruang pemujaan dan pengikut setia di sini.

Kuil ini menelusuri asal-usulnya ke dinasti Song, di atas tanah yang dahulu termasuk kompleks Istana Xingqing dinasti Tang; bangunan yang berdiri kini sebagian besar adalah rekonstruksi dinasti Qing. Perjumpaan paling tersohor dengan sejarah terjadi pada 1900: ketika Ibu Suri Cixi melarikan diri dari Beijing menjauhi Aliansi Delapan Negara dan menetapkan istana pengasingan di Xi'an, ia sempat berlindung di Baxian An lalu kemudian menyumbang dana pemugaran — kata "Wanshou" (sepuluh ribu umur panjang) pada nama resminya adalah anugerah darinya.

Yang lebih penting bagi pengunjung: ini adalah kuil yang masih hidup. Nyonya-nyonya tua membakar gulungan dupa, umat berlutut sambil mengocok tabung ramalan yang berbunyi (求签, qiúqiān), biksu berkepang mondar-mandir antar ruang pemujaan, dan kedua sisi gang dipenuhi tukang ramal serta penjual kertas persembahan. Nyaris tak ada turis asing yang singgah ke sini — dan justru itulah alasan untuk datang.

02

Strategi berkunjung

Layak dikunjungi? Kalau yang Anda bayangkan dari kunjungan kuil adalah monumen tenang dengan label berbahasa Inggris, lewati saja — Baxian An hampir tak punya semua itu. Tapi kalau Anda ingin melihat bagaimana agama Tiongkok benar-benar dipraktikkan, ini pengalaman terbaik yang bisa dibeli dengan ¥3 di Xi'an. Kuil ini adalah penyeimbang alami bagi situs-situs Buddha yang dipernis: negara yang sama, suasana sama sekali berbeda.

Waktu terbaik: Minggu pagi. Begitu fajar, pasar barang antik membuka di gang-gang di luar kuil dan bertahan hingga tengah hari — keramik, kenang-kenangan era Mao, koin kuno, giok, buku tua, serta tumpukan "barang langka" yang menyilaukan mata. Anggap saja hampir semuanya reproduksi, tawarlah hingga sepertiga dari harga awal, lalu nikmati sebagai sebuah pertunjukan. (Untuk versi yang lebih terkurasi, Shuyuanmen dekat Gerbang Selatan memadukan toko kaligrafi dengan toko barang antik.) Pada hari kerja kuil ini terasa mengantuk, dan Anda mungkin mendapat halaman untuk diri sendiri — lebih pas untuk mengamati umat beribadah dengan tenang.

Cara menjelajah. 45–60 menit sudah cukup: masuk melalui gerbang utama, ikuti sumbu tengah hingga ruang Delapan Dewa, lalu kelilingi ruang-ruang samping. Tiket biasanya termasuk tiga dupa — nyalakan, tunduk tiga kali ke arah ruang utama, dan jika ingin ikut serta tancapkan ke pedupaan, atau sekadar saksikan. Tukang ramal di sepanjang jalan setapak menuju kuil menawari ramalan telapak tangan dan wajah dengan harga kecil; sepakati harga sebelum duduk.

Padukan dengan tembok kota. Kuil ini berdekatan dengan Gerbang Timur (长乐门, Chánglè Mén) Tembok Kota — kuil di pagi hari, tembok di sore hari, paduannya pas.

03

Cara ke sana

Kuil ini berada di kawasan Changlefang, tepat di luar ruas timur laut tembok kota — agak jauh berjalan kaki dari pusat kota, tetapi mudah dicapai dengan metro atau taksi.

  • Metro: Jalur 1 ke stasiun Kangfu Road (康复路), pintu keluar B, lalu berjalan kaki sekitar 10 menit ke arah timur menuju gang-gang Beihuoxiang (北火巷, Běihuǒxiàng). Ikuti kios dupa dan tukang ramal — makin ke dalam makin rapat, pertanda makin dekat.
  • Taksi/DiDi: sebutkan 八仙庵 atau 万寿八仙宫. Dari kawasan Menara Lonceng sekitar 15 menit saat jalan lancar; murah.
  • Bus: ada rute yang berhenti di Jishiguai (鸡市拐), lalu berjalan singkat ke barat — untuk nuansa lokal, panduan transportasi kota kami menjelaskan cara naik bus di Xi'an.

Perhatikan: pintu masuk berada di sebuah gang komersial biasa, bukan alun-alun megah. Begitu melihat gerbang paifang dan mencium aroma dupa, berarti Anda sudah sampai.

04

Catatan praktis

  • Uang: tiket ¥3 dan pembelian kecil memakai pindai-bayar seperti di tempat lain di Tiongkok — siapkan Alipay atau WeChat Pay. Tukang ramal menerima tunai atau pindai; tidak ada yang mahal di sini.
  • Etiket: langkahi (jangan diinjak) ambang pintu, jangan menunjuk patung dengan jari, dan minta izin sebelum memotret umat atau biksu. Panduan etiket kami memuat dasar-dasar tata krama di kuil.
  • Tongkat ramalan: mengamati orang mengocok tabung bambu gratis; jika ingin ramalan Anda ditafsirkan, para pembaca di pelataran kuil mematok biaya kecil — sepakati harganya lebih dulu.
  • Hati-hati di pasar: pada Minggu pagi saat berdesakan, simpan barang berharga di saku depan, dan ulangi mantra: semuanya reproduksi sampai terbukti sebaliknya.
  • Toilet: fasilitas dasar kuil; jenis yang perlu Anda bawa tisu sendiri.
  • Kombinasi: Kuil Guangren, biara Buddha Tibet di kota ini, berada di sisi lain kota tua — keduanya dirangkai menjadi wisata "agama yang hidup" sehari penuh, yang tak terpikirkan oleh kebanyakan turis.
?

Pertanyaan, terjawab

Berapa harga tiket masuk Baxian An?

Sekitar ¥3 per orang, dan biasanya sudah termasuk tiga dupa. Tiket dibeli di gerbang — tanpa pemesanan, tanpa identitas. Salah satu daya tarik termurah di Xi'an.

Hari apa pasar barang antik Baxian An buka?

Pasar kaki lima terbuka paling ramai pada Minggu pagi; pedagang mulai menjajakan saat fajar dan berkemas sekitar tengah hari. Mal barang antik dalam ruangan di seberang kuil buka setiap hari dengan jam reguler. Untuk adegan yang lengkap, datang lebih awal pada hari Minggu.

Apakah Baxian An layak dikunjungi?

Layak, jika Anda ingin melihat kuil Tao yang masih aktif ketimbang monumen yang baru dipoles — dupa, tabung ramalan, tukang ramal, dan hampir tanpa turis asing. Lewati jika waktu terbatas dan Anda hanya mengejar daya tarik ternama; ini tempat untuk merasakan atmosfer, bukan pemandangan megah.

Bagaimana cara ke Baxian An?

Naik metro Jalur 1 ke stasiun Kangfu Road (pintu keluar B), lalu berjalan kaki sekitar 10 menit ke timur memasuki gang-gang kecil. Taksi dari kawasan Menara Lonceng menempuh sekitar 15 menit di luar jam sibuk — sebutkan 八仙庵 atau 万寿八仙宫 kepada pengemudi.

Bisakah saya meramalkan nasib di Baxian An?

Bisa — di sepanjang jalan setapak menuju kuil terdapat tukang ramal yang menawari membaca telapak tangan, wajah, dan menafsirkan tongkat ramalan, serta pembaca tafsir di pelataran kuil. Ini kebiasaan lokal yang sungguhan, bukan pertunjukan turis. Sepakati harga sebelum ramalan dimulai.

Apa itu Kuil Delapan Dewa?

Kuil Tao aktif terbesar di Xi'an, didedikasikan bagi Delapan Dewa dari folklor Tiongkok. Kuil ini menelusuri pendiriannya ke dinasti Song, di atas tanah yang dahulu milik istana dinasti Tang; bangunan yang berdiri kini sebagian besar dari dinasti Qing. Pada 1900 Ibu Suri Cixi berlindung di sini dan membiayai sebuah pemugaran.

Terus jelajahi

Cerita terkait