
Kawasan Muslim
Huímín Jiē
Mengenyangkan Xi'an sejak tahun 700-an — lorong-lorong paling riuh, paling berasap, dan paling harum dari komunitas suku Hui.
Masuk
Gratis
Jam buka
Sen–Min · Open street; stalls roughly 10:00
Waktu
1½–3 jam
Metro
Jalur 2 · Menara Lonceng
Komunitas suku Hui telah memasak di lorong-lorong ini sejak abad ke-8 — jadi, ya, jalan utamanya memang komersial, dan ya, Anda tetap harus datang. Di balik neon dan kios suvenir terdapat sebuah lingkungan sungguhan yang telah mengenyangkan kota ini selama berabad-abad, dan menyajikan beberapa masakan terbaik di Xi'an. Datanglah saat senja, jajanlah ini-itu sambil berjalan alih-alih duduk diam di satu restoran, dan ketika jalan utama menjadi tidak masuk akal sesaknya, susuplah ke lorong-lorong samping.
Apa yang Anda lihat
Kawasan Muslim (回民街, Huímín Jiē) adalah jalinan lorong bagaikan labirin di sebelah barat laut Menara Bedug (鼓楼, Gǔlóu), dengan inti berupa jalan makanan pejalan kaki Beiyuanmen (北院门, Běiyuànmén). Di sinilah rumah komunitas suku Hui (回族, Huízú) Xi'an — kaum Muslim Tionghoa yang akarnya menelusuri para pedagang Jalur Sutra dan gelombang migrasi berikutnya. Tersembunyi di lorong-lorong ini terdapat Masjid Agung (清真大寺, Qīngzhēn Dàsì), salah satu masjid tertua di Tiongkok, dengan halamannya dibangun layaknya kuil Tiongkok — tanpa kubah maupun menara — sebuah pengingat bahwa komunitas ini bukan taman hiburan, melainkan bagian dari masa lalu Jalur Sutra kota yang tidak pernah pergi.
Jalan utamanya adalah serangan total pada panca indra: sate domba berasap di atas bara, palu memukul kembang gula wijen, mesin peras delima, serta teriakan penjaja melalui pengeras suara yang silih berganti. Tempat ini terang-terangan komersial, penuh sesak hampir setiap malam, tetapi tetap setimpal dengan waktu Anda — karena makanannya benar-benar enak dan komunitas di balik kios-kiosnya nyata adanya. Kuncinya adalah tahu ke mana harus melihat.
Strategi jajan
Jajan sambil jalan, bukan duduk kenyang. Kawasan ini memberi hasil terbaik lewat lima kedai kecil, bukan satu kali makan besar. Kebanyakan jajanan dihargai ¥5–20 per porsi, jadi kesalahan coba-coba murah.
Yang patut dicari:
- Roujiamo (肉夹馍, ròujiāmò) — burger khas Xi'an. Di sini versinya berisi daging sapi atau domba, bukan versi babi yang biasa dijumpai di tempat lain. Panduan roujiamo kami menjelaskan apa yang harus dicari.
- Yangrou paomo (羊肉泡馍, yángròu pàomò) — sup domba dengan roti pipih yang disobek tangan. Sobek sendiri roti Anda sebesar kacang polong; makin kecil Anda sobek, makin tinggi respek dari dapur.
- Mie biangbiang (𰻞𰻞面, biángbiáng miàn) — mie tarik tangan selebar sabuk. Lihat panduan hidangan lengkap.
- Sate domba (羊肉串, yángròu chuàn) — dipanggang di atas bara, ditaburi jintan dan cabai. Suara latar sekaligus aroma khas Kawasan Muslim.
- Kue kesemek (柿子饼, shìzibǐng) dan jus delima segar (石榴汁, shíliu zhī) — buah lokal musim gugur, diperas di depan mata Anda.
Kabur dari jalanan utama. Ketika Beiyuanmen berubah menjadi kemacetan manusia, berjalanlah ke barat: lorong Dapiyuan (大皮院, Dàpíyuàn) menyimpan klasik duduk yang benar-benar jadi langganan warga lokal; sementara kawasan Sajinqiao (洒金桥, Sǎjīnqiáo) lebih jauh ke barat adalah deretan “kantin” lingkungan — pasar pagi sebelum pukul 10.00, mie dan paomo murah sepanjang hari, dan hanya segelintir rombongan wisata. Kami telah menandai kedai-kedai yang layak dikunjungi di panduan jajanan Kawasan Muslim.
Cara ke sana
Kawasan Muslim berada tepat di pusat kota tua, tepat di belakang Menara Bedug.
- Metro: Jalur 2 ke stasiun Menara Lonceng (钟楼), lalu berjalan 10 menit — menyeberang ke Menara Lonceng, berjalan ke barat menuju Menara Bedug, dan gerbang lengkung kawasan ini berada tepat di belakangnya. Dasar-dasar metro ada di panduan mobilitas kami.
- Dari Tembok Kota: setelah bersepeda di tembok menjelang malam, berjalanlah 20 menit ke utara dari Gerbang Selatan, atau naik metro satu stasiun dari Yongningmen ke Menara Lonceng. Ini kombinasi alami untuk acara malam hari.
- Taksi/DiDi: ucapkan 回民街 (Huímín Jiē) atau 鼓楼 (Menara Bedug). Perlu diketahui, titik turun berada di tepi kawasan pejalan kaki — tidak ada mobil yang masuk ke lorong.
Tips praktis
- Keramaian: pada akhir pekan dan hari libur pukul 18:00–21:00, jalanan utama sesak bahu-membahu. Datanglah pukul 11:00 untuk kali pertama yang lebih tenang, atau setelah pukul 21:30 saat keramaian mulai menipis. Simpan ponsel dan dompet di kantong depan.
- Ini wilayah halal: tidak ada daging babi di sepanjang jalanan, dan makanannya halal secara tradisi. Beberapa restoran menyajikan alkohol, tetapi jangan membawa sendiri ke lorong; masjid-masjid di lorong kecil adalah tempat ibadah yang masih aktif.
- Peringatan gluten: paomo, mie biangbiang, dan kebanyakan jajanan panggangan terbuat dari gandum — penderita seliak perlu berhati-hati memilih (sate, buah, kue beras).
- Toilet: sedikit di lorong. Gunakan pusat perbelanjaan di sekitar Menara Lonceng sebelum menerobos masuk.
- Pembayaran: setiap kios menerima WeChat Pay atau Alipay; siapkan sebelum datang.
- Penjadwalan: 1,5–3 jam cukup untuk berjalan-jajan secara menyeluruh. Berpadu sempurna dengan Menara Bedug saat senja dan Menara Lonceng yang menyala saat Anda beranjak pulang.
Pertanyaan, terjawab
Apakah Kawasan Muslim layak dikunjungi, atau sekadar jebakan turis?
Jujur, keduanya. Jalan utama Beiyuanmen sudah sepenuhnya komersial — tetapi makanannya benar-benar enak, komunitas suku Hui nyata, dan lorong-lorong samping (Dapiyuan, Sajinqiao) adalah tempat orang lokal masih makan. Datanglah untuk makan malam, bukan untuk suvenir.
Apa yang sebaiknya dimakan di Kawasan Muslim?
Daftar wajib: roujiamo berisi sapi atau domba, yangrou paomo (sobek rotinya sendiri), sate domba yang ditaburi jintan, mie biangbiang, kue kesemek, dan jus delima segar. Jajanlah di beberapa kios alih-alih duduk diam di satu restoran.
Kapan waktu terbaik mengunjungi Kawasan Muslim?
Senja — saat pemanggang dinyalakan, lampu menyala, dan atmosfer memuncak sekitar pukul 18:00–22:00. Untuk keramaian yang minim, datang pukul 11.00 atau setelah pukul 21:30. Kawasan Sajinqiao lebih cocok dinikmati sebagai pasar pagi sebelum pukul 10.00.
Apakah makanan di Kawasan Muslim halal?
Ya — ini rumah komunitas suku Hui (Muslim Tionghoa) Xi'an, dan makanannya halal secara tradisi. Tidak ada daging babi di sepanjang jalanan; daging khasnya adalah domba dan sapi.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan di Kawasan Muslim?
1,5–3 jam: satu jam untuk menelusuri jalanan utama, sisanya untuk makan sambil menjelajah lorong-lorong samping. Bisa dipadukan dengan Menara Bedug, Menara Lonceng di malam hari, atau sebagai aktivitas malam setelah bersepeda di Tembok Kota.
Bagaimana cara ke Kawasan Muslim?
Metro Jalur 2 ke stasiun Menara Lonceng, lalu berjalan 10 menit melewati Menara Bedug — gerbang lengkungnya berada tepat di belakangnya. Taksi berhenti di tepi kawasan pejalan kaki; ucapkan 回民街 atau 鼓楼.
Terus jelajahi

Tembok Kota Xi'an
Sebuah persegi panjang dari dinasti Ming sepanjang 14 km yang bisa Anda sepeda di puncaknya — berusia 650 tahun dan masih menjadi rute komuter favorit kota.
Selengkapnya →

Menara Lonceng Xi'an
Menara lonceng dari dinasti Ming tahun 1384 ini berdiri persis di pusat kota tua yang dilingkungi tembok — dan paling memukau saat senja, ketika ia menyala terang di atas bundaran.
Selengkapnya →

Menara Bedug Xi'an
Dibangun tahun 1380, empat tahun sebelum saudari terkenalnya — menara yang bedugnya pernah menutup setiap hari di Xi'an, dan gerbang menuju Kawasan Muslim.
Selengkapnya →
Dalam video
Xi'an dalam video
Seperti apa tempat ini dalam video.