VISITXIAN
The Xi'an Bell Tower lit up at night
Objek wisataWajib lihatWaktu Tembok · 1384

Menara Lonceng Xi'an

Xī'ān Zhōnglóu

Menara lonceng dari dinasti Ming tahun 1384 ini berdiri persis di pusat kota tua yang dilingkungi tembok — dan paling memukau saat senja, ketika ia menyala terang di atas bundaran.

30 menit–1 jam¥30Jalur 2 · ZhonglouTidak wajib — langsung datangDiverifikasi Agu 2026
Photo by Harrison Qi, via Unsplash · Unsplash License

Masuk

Mulai ¥30

Jam buka

1 April – 10 Oktober · 8:30

Waktu

30 menit–1 jam

Metro

Jalur 2 · Zhonglou · Pintu C

Sejak 1384, menara lonceng kayu ini menjadi penanda pusat Xi'an — titik pertemuan empat jalan utama. Naik ke atas berkisar 30 menit; layak dilakukan, tetapi bukan keharusan — daya tarik utama Menara Lonceng ada pada eksteriornya, dan itu gratis: begitu malam turun, menara yang bersinar terang memantulkan arus kendaraan di bundaran. Sambil berjalan dari tembok kota menuju Kawasan Muslim, mampirlah menikmati menara ini saat senja; jika juga berencana menaiki Menara Bedug, belilah tiket gabungan ¥50.

01

Yang Anda lihat

Menara Lonceng (Zhōnglóu) pertama kali dibangun pada 1384, di awal dinasti Ming — tetapi pada mulanya tidak berdiri di tempat ini. Awalnya ia berdiri di simpang Guangji, dua blok di sebelah barat; pada 1582, seiring pusat kota Ming bergeser ke timur, seluruh bangunan kayu ini dibongkar dan dirakit kembali di persimpangan hari ini, di atas landasan bata yang baru. Sejak saat itu ia menjadi jangkar tengah kota: empat jalan utama — timur, selatan, barat, utara — membentang dari keempat sisinya lurus menuju empat gerbang Tembok Kota.

Bangunan ini setinggi 36 meter: landasan bata berbentuk persegi dengan lorong berbentang-silang di tengahnya, yang dahulu dilalui kendaraan dan kuda; di atas landasan berdiri paviliun kayu beratap tiga, ditutup genteng glasir hijau tua dengan puncak berlapis emas, dirakit dengan teknik sambungan kayu tradisional dinasti Ming tanpa sebatang paku pun. Dari koridor tingkat teratas, Anda bisa melihat visi para perancang kota — empat jalan utama yang lurus memancar menuju gerbang, dan ke arah barat laut terlihat jelas Menara Bedug (Gǔlóu).

Yang membuat Menara Lonceng termasyhur adalah Lonceng Jingyun (Jǐngyún Zhōng), dicetak pada 711 M di zaman dinasti Tang — berabad-abad lebih tua daripada menaranya. Lonceng ini menggantung di sini selama ratusan tahun; kini aslinya tersimpan di Museum Hutan Prasasti Xi'an, dan yang tergantung di menara adalah replika yang setia. Lonceng ini dan bedug di Menara Bedug bersama-sama membentuk sistem penanda waktu kota — "lonceng pagi, bedug senja" (chén zhōng mù gǔ) — menandai awal dan akhir hari bagi seluruh warga. Di dalam menara terdapat pameran kecil, dan pada siang hari kerap diadakan pertunjukan lonceng perunggu (jadwal tertera di loket), cukup untuk memperkaya kunjungan.

02

Strategi berkunjung

Aturlah waktu, datang saat senja. Naiklah ke Menara Lonceng selagi masih terang untuk memandang sumbu empat jalan utama; lalu turun, dan saksikan malam turun bersama lampu yang menyala — menara seolah berlapis emas memantulkan deretan lampu kendaraan di bundaran. Inilah pemandangan gratis terbaik di Kota Tua, tanpa mengeluarkan sepeser pun.

Penilaian jujur tentang interior: lumayan, tetapi bukan kewajiban. Pamerannya tak besar, loncengnya adalah replika, dan pemandangan dari koridor bagus namun terbatas. Tiket ¥30 cukup setara; jika stamina atau anggaran terbatas, tampilan eksterior setelah malam sudah mencakup sebagian besar pesonanya. Kalau hanya memilih satu menara untuk didaki, Menara Bedug lebih unggul — ada pertunjukan bedug dan Anda bisa memandang atap Kawasan Muslim dari balkonnya — namun tiket gabungan ¥50 membuat keduanya mudah dicakup.

Sudut foto klasik bukan dari atas menara, melainkan dari luar: jalur pejalan kaki setingkat jalan di sekitar bundaran, atau dek pandang di mal Kaiyuan di seberang, keduanya bisa membingkai Menara Lonceng dengan jejak lampu kendaraan sebagai latar depan. Pada musim panas angkat ponsel sekitar pukul 19.00, dan lebih awal lagi saat musim dingin.

Rangkailah dalam satu malam: nikmati Menara Lonceng saat senja, berjalan lima menit ke barat laut menuju Menara Bedug, lalu langsung masuk ke Kawasan Muslim untuk makan malam — kedua menara akan menuntun jalan Anda sepanjang perjalanan. Itinerary seharian kami mengikuti rute persis ini.

Catatan transportasi kecil: Anda tidak bisa menyeberang langsung di jalan untuk menuju Menara Lonceng — pintu masuknya ada di dalam terowongan pejalan kaki bawah tanah, dan stasiun metro juga berada di sana. Ikuti saja rambuannya, lebih mudah daripada yang Anda bayangkan.

03

Cara ke sana

Tujuan Anda adalah pusat geografis kota tua — tempat semuanya bertemu.

  • Metro: Jalur 2 dan 6 sama-sama berhenti di stasiun Zhonglou (钟楼), tepat di bawah bundaran. Keluar melalui pintu yang menunjukkan arah Menara Lonceng (area pintu keluar C dekat dengan loket). Hal-hal penting menaiki metro ada di panduan transportasi kami.
  • Berjalan kaki: 10 menit ke selatan dari Menara Bedug atau Kawasan Muslim, atau 10–15 menit ke utara dari Gerbang Selatan tembok kota — Menara Lonceng selalu tampak sepanjang jalan, mustahil tersesat.
  • Taksi/DiDi: sebut "Zhonglou". Pengemudi akan menurunkan Anda di tepi bundaran, dan 50 meter terakhir ditempuh lewat terowongan. Saat jam sibuk bundaran sangat macet — metro lebih cepat.

Dari bandara atau Stasiun Xi'an Utara, metro langsung tiba di bawah Menara Lonceng tanpa perlu transit; lihat cara ke Xi'an.

04

Catatan praktis

  • Tiket: ¥30 di loket terowongan atau dibeli via WeChat; jika mengunjungi keduanya, tiket gabungan Menara Lonceng–Menara Bedug ¥50 lebih hemat. Tak perlu paspor, tak perlu pemesanan.
  • Tangga: terowongan dan tingkat atas menara hanya bisa dicapai lewat tangga. Jika kesulitan bergerak, nikmatilah dari jalan — Anda tidak melewatkan banyak.
  • Pencahayaan terbaik: kira-kira dari matahari terbenam hingga sekitar pukul 22.00, Menara Lonceng disinari lampu. Berkunjung saat siang di musim panas terasa panas dan silau, serta pencahayaannya datar.
  • Hari libur: selama libur nasional Tiongkok, kawasan bundaran sangat padat dan terowongan akan dikenakan pengendalian kerumunan — tetap bisa dikunjungi, tetapi sisakan waktu ekstra. Panduan keramaian kami menjelaskan polanya.
  • Toilet: tak ada toilet di dalam menara; gunakanlah di mal terdekat sebelum atau sesudah berkunjung (mal Kaiyuan yang paling dekat).
  • Keamanan malam: terowongan dan bundaran ramai namun terang benderang dan dijaga polisi; saat ramai pada hari libur, simpan ponsel di saku depan.
?

Pertanyaan, terjawab

Berapa harga tiket Menara Lonceng Xi'an?

Tiket ¥30, tanpa pemesanan — beli di loket di terowongan pejalan kaki. Tiket gabungan ¥50 mencakup Menara Lonceng dan Menara Bedug, keduanya berjarak 5 menit berjalan kaki.

Menara Lonceng atau Menara Bedug, mana yang harus dipilih?

Kalau hanya naik satu, pilih Menara Bedug — ada pertunjukan bedug dan balkon yang menghadap atap Kawasan Muslim. Pesona Menara Lonceng terutama pada eksteriornya — menyala terang di atas bundaran setelah malam — dan gratis. Tiket gabungan ¥50 membuat keduanya mudah dicakup.

Jam berapa Menara Lonceng Xi'an dinyalakan pada malam hari?

Menara Lonceng menyala dari senja hingga larut malam (sekitar pukul 22.00 atau lebih). Waktu terbaik adalah satu jam setelah matahari terbenam: langit masih bersisa cahaya, dan menara tampak keemasan di atas bundaran. Menikmatinya dari jalan gratis.

Berapa lama waktu untuk mengunjungi Menara Lonceng?

30–45 menit cukup untuk naik, melihat pameran kecil, dan menikmati pemandangan dari koridor. Dipadukan dengan Menara Bedug dan makan malam di Kawasan Muslim, Anda mendapat sebuah malam yang utuh — semuanya dapat ditempuh berjalan dalam 10 menit.

Bagaimana cara masuk ke Menara Lonceng Xi'an?

Melalui terowongan pejalan kaki di bawah bundaran — terowongan yang sama dengan stasiun metro Menara Lonceng (Jalur 2 dan 6). Ikuti rambu Menara Lonceng; area pintu keluar C langsung menuju loket. Anda tidak bisa menyeberang langsung dari jalan.

Mengapa Menara Lonceng Xi'an begitu tersohor?

Dibangun pada 1384, menara ini menandai pusat kota dinasti Ming — titik temu empat jalan utama yang menuju empat gerbang. Lonceng Jingyun yang dicetak pada 711 M (aslinya kini di Museum Hutan Prasasti, dan di menara hanya replika) pernah menandai fajar kota ini selama ratusan tahun.

Terus jelajahi